Kecurangan Dalam Proses Procurement

no fraud

Kecurangan dalam proses procurement  dapat diartikan sebagai tindakan yang tidak jujur dan dilakukan demi kepentingan pribadi atau golongan, yang dapat berarti selama proses pengadaannya tidak mengikuti aturan/SOP.Kecurangan ini  menyebabkan kerugian bagi kepentingan yang lebih luas dalam suatu organisasi/perusahaan.

Beberapa kecurangan yang umumnya terjadi dalam proses procurement  antara lain:

  • Kolusi diantara peserta lelang dengan cara mengundurkan diri agar kompetisi lelang/tender nya semakin berkurang
  • Menyediakan informasi spesifik mengenai kebutuhan dari “orang dalam” kepada salah satu peserta lelang, sehingga mendapatkan keuntungan untuk menjadi pemenang karena barang/jasa yang disediakan sesuai dengan permintaan pihak procurement
  • Melakukan pembayaran terhadap barang dan jasa yang sebenarnya tidak pernah diterima atau dikerjakan, biasanya pihak procurement membuat tagihan dari vendor fiktif yang diteruskan ke pihak finance untuk dilakukan pembayaran
  • Material yang dikirim tidak sesuai dengan spesifikasi lebih rendah namun tetap diterima oleh pihak procurement.
  • Hanya menggunakan 1 vendor/supplier dalam pengadaan  tanpa disertai dengan analisa dan alasan yang lebih mendalam.

 

Untuk menanggulangi kecurangan  dalam proses procurement yang dapat menimbulkan kerugian pada organisasi diperlukan suatu aturan yang jelas dan didukung oleh sistem procurement yang baik.

eprocurement.co.id menyediakan sistem procurement yang telah dirancang dengan baik agar dapat meminimalkan tindakan curang dalam proses procurement

, by : eprocurement